# [Arsip Abadi] Daftar Nama-Nama Datu Soppeng: Dari Masa ke Masa

*Menelusuri Jejak Sejarah: Datu Soppeng dan Warisan Budaya yang Tak Lekang oleh Waktu*

By [Andi Zulkifli](https://paragraph.com/@andizulkifli) · 2026-04-22

---

_Daftar yang Anda baca di bawah ini bukan sekadar deretan nama, melainkan jati diri dan silsilah kehormatan tanah Soppeng. Mengingat pentingnya data ini bagi generasi mendatang, saya memutuskan untuk menyimpan daftar ini di jaringan blockchain melalui platform Paragraph._

_Tujuan saya hanya satu: memastikan bahwa sejarah kepemimpinan Kedatuan Soppeng tidak akan pernah hilang, terhapus, atau berubah, selama internet masih ada. Ini adalah kontribusi kecil saya dalam menjaga warisan leluhur kita agar tetap abadi dan bisa diakses oleh anak cucu hingga ratusan tahun ke depan._

_Silakan menyimak daftar lengkap Datu Soppeng di bawah ini._

Sejarah Soppeng tidak dapat dilepaskan dari **nama-nama Datu Soppeng** yang memimpin kedatuan ini sejak abad ke-13. Dalam tradisi Bugis, Datu bukan sekadar raja, melainkan pemimpin adat yang lahir dari kesepakatan bersama, penjaga keseimbangan antara rakyat, bangsawan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun.

Awal Kedatuan Soppeng dan To Manurung
-------------------------------------

Sejarah Kedatuan Soppeng bermula pada tahun **1261**, dengan munculnya **La Temmamala**, yang dikenal sebagai _Manurung-é ri Sekkanyili_. Ia tercatat sebagai **Datu Soppeng pertama**. Dalam tradisi masyarakat Bugis pada masa itu, kehormatan seorang bangsawan sering dikaitkan dengan kepemilikan [**senjata tradisional Bugis bernama badik.**](https://andizulkifli.com/badik-bugis-simbol-pusaka-dan-kehormatan/)

Dalam kepercayaan Bugis, _manurung_ adalah sosok yang diturunkan untuk menyatukan masyarakat yang sebelumnya hidup tanpa pemerintahan terpusat. Pengangkatan La Temmamala menandai lahirnya sistem pemerintahan Soppeng yang berlandaskan adat dan musyawarah.

Setelah La Temmamala, tampuk kekuasaan dilanjutkan oleh:

*   La Marancina
    
*   Lambang ( La Ba)
    
*   We Tekké Wanua
    

Nama-nama Datu Soppeng pada periode awal ini menunjukkan fase konsolidasi kedatuan dan penguatan struktur adat.

Nama-Nama Datu Soppeng Periode Konsolidasi
------------------------------------------

Memasuki fase berikutnya, Kedatuan Soppeng dipimpin oleh sejumlah Datu yang memerintah dalam rentang waktu relatif panjang, menandakan stabilitas politik, antara lain:

*   La Makkanengnga
    
*   La Makkarella
    
*   La Pawiséang
    

Pada masa para Datu ini, Soppeng mulai memperluas pengaruh dan membangun hubungan dengan kerajaan-kerajaan Bugis lainnya.

Dinamika Kekuasaan dan Penanda Sejarah
--------------------------------------

Dalam historiografi Bugis, beberapa **nama Datu Soppeng** disertai keterangan _matinro-é_ (tempat wafat), yang berfungsi sebagai penanda sejarah penting, seperti:

*   La Mannusa (Matinro-é ro Tanana)
    
*   La Sekati (Mallajang-é ri Asélé)
    

Penyebutan ini membantu membedakan tokoh yang memiliki nama serupa dan memperkuat ketepatan pencatatan sejarah.

Pada periode ini pula muncul tokoh-tokoh seperti:

*   La Mataesso To Maccora
    
*   La Mappaleppé Patola-é
    

yang menandai keterlibatan aktif Soppeng dalam dinamika politik regional Sulawesi Selatan.

Catatan tambahan: Menurut penuturan lisan dan catatan silsilah keluarga (Lontara), La Mataesso juga kerap dikenal dengan gelar **Datu Lawelareng**. Hal ini mempertegas luasnya pengaruh kepemimpinan beliau di masa itu.

Nama-Nama Datu Soppeng Bergelar Sultan
--------------------------------------

Pengaruh Islam yang menguat pada abad ke-17 membawa perubahan pada gelar kepemimpinan. Beberapa Datu Soppeng mulai menggunakan gelar **Sultan**.

Tokoh penting pada fase ini adalah:

*   La Patau' Matanna Tikka, bergelar Sultan Alimuddin Idris (1696-1714)
    

Setelahnya, tampuk kekuasaan dipegang oleh:

*   La Padangsajati To Appamolé
    
*   La Pareppa' To Sappéwali (Sultan Ismail)
    
*   Batari Toja Daéng Talaga (penguasa perempuan)
    

Periode ini menegaskan bahwa kepemimpinan di Kedatuan Soppeng tidak sepenuhnya dibatasi oleh gender.

Nama-Nama Datu Soppeng Menjelang Akhir Kedatuan
-----------------------------------------------

Memasuki abad ke-18 hingga ke-19, Kedatuan Soppeng dipimpin oleh:

*   La Mappajanci Daéng Massuro
    
*   La Mappapoléonro (Sultan Nuh)
    
*   Wé Tenri Awaru
    

Tekanan kolonial yang semakin kuat menyebabkan berkurangnya kedaulatan pemerintahan adat.

Datu terakhir yang tercatat dalam sejarah Kedatuan Soppeng adalah **La Wana**. Ia dikenal sebagai [**Datu Soppeng terakhir**](https://andizulkifli.com/la-wana-datu-terakhir-soppeng/), sekaligus simbol berakhirnya era pemerintahan tradisional di Soppeng.

Daftar Nama-Nama Datu Soppeng
-----------------------------

Berikut adalah **tabel daftar nama Datu Soppeng** yang disusun secara kronologis berdasarkan sumber lontara dan historiografi Bugis populer. Tabel ini bertujuan memudahkan pembaca mengenali urutan kepemimpinan Kedatuan Soppeng dari masa awal hingga akhir.

1.  **La Temmamala** (1261–1286) — _Manurung-é ri Sekkanyili_
    
2.  **La Marancina** (1286–1311)
    
3.  **Lambang (La Ba)** (1311–1336)
    
4.  **Wé Tekké’wanua** (1336–1361)
    
5.  **La Makkanengnga** (1361–1386)
    
6.  **La Makkarella** (1386–1411)
    
7.  **La Pawisêang** (1411–1436)
    
8.  **La Pasampoli** (1436–1461) — _Sonrompali-é_
    
9.  **La Mannusa** (1461–1486) — _To Wakkarangeng / Matinro-é ri Tanana_
    
10.  **Laddé’ Mabbolong-é** (1486–1511)
    
11.  **La Sekati** (1511–1536) — _Mallajang-é ri Asélé_
    
12.  **La Mataesso To Maccora** (1536–1561) — _Puang Lipu-é_
    
13.  **La Mappaleppe’** (1561–1586) — _Patola-é / Arung Bélo_
    
14.  **Bé’o-é** (1586–1611)
    
15.  **La Tenribali** (1611–1654) — _Matinro-é ri Datunna_
    
16.  **Wé Adda (Wé Addang)** (1654–1666) — _Matinro-é ri Madello_
    
17.  **La Tenrisengngeng To Ésa** (1666–1696) — _Matinro-é ri Salassana_
    
18.  **La Patau’ Matanna Tikka** (1696–1714) — _Sultan Alimuddin Idris_
    
19.  **La Padangsajati** (1714–1721) — _To Appamolé / Arung Palakka / Arumpone XVIII_
    
20.  **La Pareppa’** (1721–1722) — _Sultan Ismail_
    
21.  **La Padassajati** (1722–1727) — _To Appamolé / Arumpone XVIII_
    
22.  **Batari Toja** (1727–1737) — _Sultanah Zainab Zakiatuddin_
    
23.  **La Oddangriu** (1737–1742) — _Sultan Fakhruddin_
    
24.  **Batari Toja** (1742–1744) — _Sultanah Zainab Zakiatuddin_
    
25.  **La Temmassonge’** (1744–1746) — _Sultan Ahmad Zakiatuddin_
    
26.  **La Tongeng ri Longeng** (1746–1747) — _Matinro-é ri Mallimongeng_
    
27.  **La Mappajanci** (1747–1765) — _Sultan Musa_
    
28.  **La Mappapoléonro** (1765–1820) — _Sultan Nuh_
    
29.  **Wé Tenri Awaru** (1820–1840) — _Sitti Hawa (Pajung Luwu XXV)_
    
30.  **Wé Tenriampareng** (1840–1849) — _Datu Lapajung (Matinro-é ri barugana)_
    
31.  **La Unru’** (1849–1850) — _Datu Pattiro (Matinro-é ri-tengngana Soppéng)_
    
32.  **La Onrong** (1850–1858) — _Datu Lompulle’, Datu Pattiro, Arung Ganra, Arung Ajjakkang_
    
33.  **To Lempéng** (1858–1878) — _Sultan Ahmad Al Kasyiasyi / Arung Singkang_
    
34.  **Abdul Gani** (Wafat 1895) — _Baso’ Batuputé / Calabai-é / Matinro-é ri Pakkasalo-é_
    
35.  **We Tenriwatu** (Wafat 1940) — _Sitti Saénabe / Datu Lapajung / Matinro-é ri Laburawung_
    
36.  **La Wana** (1940–1957) — _Arung Ganra / Arung Lalabata / Matinro-é ri Lamappapoloware’_
    

Deretan **nama-nama Datu Soppeng** dalam list di atas menunjukkan kesinambungan kepemimpinan adat yang berlangsung selama lebih dari enam abad. Dari **La Temmamala sebagai Manurung pertama** hingga **La Wana sebagai Datu terakhir**, Kedatuan Soppeng berdiri di atas adat, musyawarah, dan legitimasi kolektif.

_Menjaga dan meriset sejarah digital bukanlah perjalanan yang singkat. Dibutuhkan ketelitian dan dedikasi agar silsilah serta peristiwa masa lalu tetap terjaga kebenarannya bagi anak cucu kita._

_Jika Anda merasa tulisan dan upaya pengarsipan digital ini bermanfaat, Anda bisa memberikan apresiasi melalui tombol_ **_Support_** _di bawah ini. Dukungan Anda akan sangat membantu biaya operasional riset lapangan dan pengembangan perpustakaan digital sejarah Soppeng ini agar tetap mandiri dan terus tumbuh._

_Terima kasih telah menjadi bagian dari penjaga sejarah daerah kita_

---

*Originally published on [Andi Zulkifli](https://paragraph.com/@andizulkifli/daftar-datu-soppeng)*
