<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
    <channel>
        <title>Aldi Haryopratomo</title>
        <link>https://paragraph.com/@aldi-haryopratomo</link>
        <description>Tulisan seorang founder startup untuk founder-founder non startup</description>
        <lastBuildDate>Tue, 21 Jul 2026 14:49:53 GMT</lastBuildDate>
        <docs>https://validator.w3.org/feed/docs/rss2.html</docs>
        <generator>https://github.com/jpmonette/feed</generator>
        <language>en</language>
        <image>
            <title>Aldi Haryopratomo</title>
            <url>https://storage.googleapis.com/papyrus_images/ee4d2344246107d7512c0ce988a79e0fa5f829e984db7e954964ed1e6804b798.jpg</url>
            <link>https://paragraph.com/@aldi-haryopratomo</link>
        </image>
        <copyright>All rights reserved</copyright>
        <item>
            <title><![CDATA[Kisah saat menjadi relawan melawan Delta ]]></title>
            <link>https://paragraph.com/@aldi-haryopratomo/kisah-saat-menjadi-relawan-melawan-delta</link>
            <guid>W9p40XugDO37DTtbjOBB</guid>
            <pubDate>Wed, 16 Nov 2022 01:54:58 GMT</pubDate>
            <description><![CDATA[Saya pertama kali merasakan betapa kuat semangat gotong royong Indonesia secara nasional adalah saat menjadi relawan untuk Warga Bantu Warga dan Oxygen for Indonesia. Secara kolektif, para entrepreneur dari berbagai bidang, startup teknologi, perusahaan swasta dan BUMN bersatu untuk melawan virus Delta yang banyak memakan korban jiwa di Indonesia. Kementerian Kesehatan mengumpulkan para relawan di rumahnya untuk mengucapkan rasa terima kasih. Ada wakil dari Kemenko Marves, Pertamina, Samator,...]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<p>Saya pertama kali merasakan betapa kuat semangat gotong royong Indonesia secara nasional adalah saat menjadi relawan untuk Warga Bantu Warga dan Oxygen for Indonesia.</p><p>Secara kolektif, para entrepreneur dari berbagai bidang, startup teknologi, perusahaan swasta dan BUMN bersatu untuk melawan virus Delta yang banyak memakan korban jiwa di Indonesia.</p><p>Kementerian Kesehatan mengumpulkan para relawan di rumahnya untuk mengucapkan rasa terima kasih. Ada wakil dari Kemenko Marves, Pertamina, Samator, dan startup-startup yang tergabung dalam Warga Bantu Warga dan Oxygen for Indonesia.</p><p>Pada bulan Juni 2021, tingkat kematian akibat covid ada lebih dari 40 ribu manusia per hari. Saya masih ingat whatsapp group saya penuh dengan berita duka. Semakin hari semakin banyak orang yang kita kenal yang meninggal.</p><p>Saya mendapatkan telepon dari Timmy, pendiri Kitabisa dan diajak masuk ke gerakan bernama wargabantu warga.</p><p>Gerakan wargabantuwarga sistemnya crowdsourced, serupa dengan KawalPemilu. Indorelawan, Kitabisa, Qiscus, dan relawan dari berbagai startup bergabung untuk membuat situs informasi dengan konten fasilitas kesehatan yang kerap di cari warga terdampak covid. Ada data kontak ambulans, oksigen, tempat tidur ICU, dan sebagainya.</p><p>Ribuan relawan mahasiswa dibagi tugasnya, ada yang mengumpulkan data, ada yang melakukan verifikasi data, ada juga yang menjadi penjawab customer service melalui whatsapp. Semua ini dikoordinir secara daring melalui zoom call setiap malam.</p><p>Gerakan wargabantuwarga.com sendiri menjadi sumber informasi crowdsourced paling banyak dikunjungi, hingga 150,000 pengunjung per hari pada puncaknya. Berkat bantuan Najwa Shihab, situs tersebut dapat dikenal dan pada puncaknya dikunjungi 150 ribu orang setiap hari.</p><p>Dua minggu menjalankan ini kami mulai sadar bahwa mengumpulkan informasi saja tidak cukup. Yang dibutuhkan rumah sakit adalah mesin oksigen konsentrator, yang bisa menjaga supaya pasien yang turun kadar oksigennya tetap bisa bernafas. Satu mesin bisa dipakai dua pasien.</p><p>Di grup lain Pak Budi Sadikin, Menteri Kesehatan juga mengajak para pendiri untuk membantu tidak hanya menggalang dana untuk oksigen, tetapi juga membuat sistem untuk mendatangkan oksigen secara langsung. Disinilah muncul pecahan dari wargabantuwarga yang bernama OxygenforIndonesia.com</p><p>Cara memecahkan masalah di atas kami menggunakan pola pembuatan startup, namun kali ini perlu instan. Pertama adalah mengumpulkan tim inti dan dibagi peran. Dalam dua hari terkumpul lebih dari lima puluh relawan.</p><p>Saat pekerjaan dimulai, kami menemukan sejumlah hambatan yang harus diatasi agar peralatan Oksigen bisa sampai ke rumah sakit. Untuk penggalangan dana, misalnya, bagaimana kami bisa menciptakan kesadaran kepada para donatur di Indonesia dan luar negeri untuk mengumpulkan dana? Bagaimana aliran dana, pajak, dan audit akan dijalankan? Untuk pengadaan: Bagaimana kami akan memutuskan model mana yang akan dibeli? Bagaimana cara kami mengamankan stok saat permintaan peralatan sedang tinggi-tingginya? Bagaimana kami bisa melewati bea cukai dan mendapatkan pembebasan pajak? Untuk pengiriman: Bagaimana kami akan memutuskan rumah sakit mana yang akan diberi peralatan oksigen? Bagaimana kami memastikan bahwa barang-barang tersebut terlacak dan tidak dicuri? Dan bagaimana kami akan melatih staf rumah sakit tentang cara menggunakan peralatan tersebut?</p><p>Hambatan-hambatan semakin banyak muncul yang kadang membuat kami meragukan apakah kami dapat mencapai tujuan kami. Karena target pendanaan kami sepuluh juta dolar adalah sepuluh kali lipat dari kampanye penggalangan dana terbesar yang ada pada saat itu, banyak yang bertanya apakah kami realistis. Ketika kami harus mengambil pinjaman setengah juta dolar untuk memesan pesanan pertama karena uangnya belum tersedia, beberapa orang meragukan apakah kami bisa mengembalikannya tepat waktu. Ketika penerbangan untuk mengirimkan konsentrator terus terlambat, kami khawatir apakah konsentrator akan tiba cukup awal untuk bermanfaat. Dan ketika kami perlu beralih dari konsentrator Oksigen ke pabrik Oksigen yang membutuhkan instalasi, kami meragukan apakah proses kami bisa menangani kompleksitas tersebut.</p><p>Bersama-sama kita bisa mengumpulkan lebih dari $100 milyar rupiah dari 24,000 donatur. Dana ini digunakan untuk membeli 2500 mesin konsentrator oksigen dan membangun 39 pabrik oksigen di sebelah rumah sakit sehingga jumlah rumah sakit dengan pabrik oksigen menjadi 101 rumah sakit dari Sabang sampai Merauke.</p><p>Beruntungnya, para pemimpin dengan sukarela membagi tugas-tugas yang berbeda sejak awal. Timmy dari Kitabisa dan Andy Noya dari Benih Baik bergabung untuk mengumpulkan selebriti dalam rangka menggalang dana. Alyssa, yang bekerja di Sequoia Capital, memimpin proses penggalangan dana dari mitra korporat. David dari Bukuwarung mengatur aliran dana global dan proses audit. Michael, pengacara Halodoc, memimpin pemilihan vendor dan memastikan pelatihan dan instalasi dilakukan dengan baik di rumah sakit. Alvin dari AC Ventures mengelola proses bea cukai dan pembebasan pajak. Dan Robert dari Waresix dan Boris dari Advotics mengkoordinasikan pengiriman dan pelacakan peralatan. Akhirnya, Martin dari East Ventures memimpin kantor manajemen proyek, mengkoordinasikan pertemuan pada hari Senin malam dan jadwal proyek di seluruh tim. Ada setidaknya lima puluh sukarelawan lainnya dari lebih dari enam puluh perusahaan yang menjadi bagian dari tim ini, bekerja meski memiliki pekerjaan penuh waktu mereka.</p><figure float="none" data-type="figure" class="img-center" style="max-width: null;"><img src="https://storage.googleapis.com/papyrus_images/ddb9a047c358699eeed60a2130940574710d8cf61dcbcdf22f6b9e5f07efb709.png" alt="Jumlah dana yang digalang dan penggunaannya" blurdataurl="data:image/gif;base64,R0lGODlhAQABAIAAAP///wAAACwAAAAAAQABAAACAkQBADs=" nextheight="600" nextwidth="800" class="image-node embed"><figcaption HTMLAttributes="[object Object]" class="">Jumlah dana yang digalang dan penggunaannya</figcaption></figure><p>Jadi Anda dapat membayangkan kelegahan kami ketika segala sesuatunya mulai berjalan sesuai rencana. Mitra utama dari perusahaan modal ventura dan CEO startup secara pribadi mengirim email dan pesan WhatsApp serta menyelesaikan kesepakatan satu demi satu. Seorang YouTuber dengan 10 juta pengikut, Atta Halilintar, membuat halaman penggalangan dana dan segera bergabung dengan sembilan belas selebriti lainnya, menghasilkan lebih dari dua puluh empat ribu sumbangan individu. Meskipun mengalami beberapa kali penundaan, melihat foto-foto konsentrator Oksigen tiba di bandara memberikan semangat kepada semua yang terlibat. Senyuman tulus dari staf rumah sakit setiap kali foto konsentrator tiba muncul di grup WhatsApp kami menjadi candu kecil bagi kami.</p><figure float="none" data-type="figure" class="img-center" style="max-width: null;"><img src="https://storage.googleapis.com/papyrus_images/2305ea4b856f70fd433f796d857d929e250b25c46b38210ca7da28ff8ee5894f.png" alt="Mengapa Oksigen Konsentrator penting" blurdataurl="data:image/gif;base64,R0lGODlhAQABAIAAAP///wAAACwAAAAAAQABAAACAkQBADs=" nextheight="600" nextwidth="800" class="image-node embed"><figcaption HTMLAttributes="[object Object]" class="">Mengapa Oksigen Konsentrator penting</figcaption></figure><p>Keterbukaan untuk berkolaborasi dari Aqsha di Kemenkes dan timnya, yang bertanggung jawab atas pasokan oksigen negara, sangat berperan dalam mengatasi kompleksitas pabrik oksigen yang memerlukan pemantauan konstruksi di rumah sakit setempat. Menteri Kesehatan juga memberikan dorongan semangat yang besar ketika beliau datang ke gudang untuk memeriksa konsentrator.</p><figure float="none" data-type="figure" class="img-center" style="max-width: null;"><img src="https://storage.googleapis.com/papyrus_images/549dfc01fccc63df1fbca6469c8201a26c3f5105ccdd5c3ecde8b13108cc390a.png" alt="Problems to solve" blurdataurl="data:image/gif;base64,R0lGODlhAQABAIAAAP///wAAACwAAAAAAQABAAACAkQBADs=" nextheight="600" nextwidth="800" class="image-node embed"><figcaption HTMLAttributes="[object Object]" class="">Problems to solve</figcaption></figure><p>Namun mungkin aspek paling memuaskan dari gerakan ini adalah hampir setiap gerakan yang terkait dengan pengiriman oksigen bersatu menjadi satu. Satu gerakan bergulir setelah gerakan lainnya bergabung menjadi bola salju yang bergerak cepat bekerja bersama. Tidak memiliki badan hukum atau afiliasi akhirnya menjadi keuntungan bagi kami karena netralitas memudahkan untuk bermitra. Kami berharap kami bisa mengklaim sebagai tindakan yang terencana, tetapi kami memang tidak punya waktu untuk menyiapkan apa pun. Keberuntungan memang berpihak pada orang-orang yang berani dalam kasus ini.</p><p>Meskipun kampanye kami resmi ditutup pada bulan Oktober, aliran dana internasional dan audit berarti baru-baru ini kami dapat mengkonfirmasi bahwa senilai 100 milyar berupa Konsentrator dan Generator Oksigen telah dikumpulkan bersama dengan mitra-mitra kami. Sebagian dari dana ini terkumpul langsung oleh relawan OxygenforIndonesia. Mitra seperti Kedutaan Besar Indonesia di Singapura, Goto, dan Grab telah mengumpulkan uang secara langsung tetapi memilih OxygenforIndonesia sebagai mitra pelaksana.</p><p>Dana-dana ini digunakan untuk mengirimkan 2500 Konsentrator Oksigen 10 Lpm ke xx rumah sakit. Tiga puluh sembilan Pabrik PSA Oksigen, masing-masing antara 200 hingga 300 Lpm, akan segera dikirimkan. Pabrik-pabrik ini dapat digunakan untuk mengisi ulang tabung oksigen dan menjadi pusat bagi rumah sakit sekitarnya. Untuk memberikan gambaran, sebelum krisis, Indonesia hanya memiliki total 63 rumah sakit dengan Pabrik PSA Oksigen.</p><p>Pekerjaan kami belum selesai. Relawan kami masih mengkoordinasikan pemasangan pabrik-pabrik yang tersisa jika ada lonjakan kebutuhan oksigen akibat varian Omikron. Apapun yang terjadi, kami berharap pabrik-pabrik tambahan ini akan meningkatkan infrastruktur oksigen Indonesia dalam jangka panjang, terutama karena sebagian besar rumah sakit berada di daerah yang sulit dijangkau.</p><figure float="none" data-type="figure" class="img-center" style="max-width: null;"><img src="https://storage.googleapis.com/papyrus_images/e39495b1cbcfb443b0e4d7e48e117f947cbf2781b79f232b2fbb5bb8547f3a5e.png" alt="Pembangunan pabrik oksigen dari Sabang sampai Merauke" blurdataurl="data:image/gif;base64,R0lGODlhAQABAIAAAP///wAAACwAAAAAAQABAAACAkQBADs=" nextheight="600" nextwidth="800" class="image-node embed"><figcaption HTMLAttributes="[object Object]" class="">Pembangunan pabrik oksigen dari Sabang sampai Merauke</figcaption></figure>]]></content:encoded>
            <author>aldi-haryopratomo@newsletter.paragraph.com (Aldi Haryopratomo)</author>
            <enclosure url="https://storage.googleapis.com/papyrus_images/3aceb0582d2153e9ca3ddb93fa161bd9db183546ab992d384e9f97661292dca7.jpg" length="0" type="image/jpg"/>
        </item>
    </channel>
</rss>