<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
    <channel>
        <title>Hadoken</title>
        <link>https://paragraph.com/@hadoken</link>
        <description>undefined</description>
        <lastBuildDate>Sun, 14 Jun 2026 02:57:33 GMT</lastBuildDate>
        <docs>https://validator.w3.org/feed/docs/rss2.html</docs>
        <generator>https://github.com/jpmonette/feed</generator>
        <language>en</language>
        <image>
            <title>Hadoken</title>
            <url>https://storage.googleapis.com/papyrus_images/494b2b88aa46eb8de4c7e5f81938163064ac2842baa5def4ed0226321cb3bbd9.jpg</url>
            <link>https://paragraph.com/@hadoken</link>
        </image>
        <copyright>All rights reserved</copyright>
        <item>
            <title><![CDATA[2025, PPN Naik]]></title>
            <link>https://paragraph.com/@hadoken/2025-ppn-naik</link>
            <guid>kGysmCYOskPVkQzQ9Nf8</guid>
            <pubDate>Tue, 19 Nov 2024 00:55:18 GMT</pubDate>
            <description><![CDATA[Mulai 1 Januari 2025, pemerintah Indonesia berencana menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 12%. Kebijakan ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) . Dampak Kenaikan PPN 12% 1. Harga Barang dan Jasa Naik: Kenaikan tarif PPN akan meningkatkan harga barang dan jasa yang dikenakan pajak ini. Konsumen kemungkinan akan merasakan kenaikan harga pada berbagai produk dan layanan sehari-hari. 2. Daya Beli Masyarakat M...]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<p>Mulai 1 Januari 2025, pemerintah Indonesia berencana menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 12%. Kebijakan ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) .</p><p><strong>Dampak Kenaikan PPN 12%</strong></p><p>1. Harga Barang dan Jasa Naik: Kenaikan tarif PPN akan meningkatkan harga barang dan jasa yang dikenakan pajak ini. Konsumen kemungkinan akan merasakan kenaikan harga pada berbagai produk dan layanan sehari-hari.</p><p>2. Daya Beli Masyarakat Menurun: Dengan naiknya harga barang dan jasa, daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah dan menengah, dapat terpengaruh. Penurunan daya beli ini berpotensi mengurangi konsumsi domestik.</p><p>3. Inflasi: Kenaikan PPN dapat memicu inflasi karena peningkatan biaya produksi dan distribusi yang akhirnya dibebankan kepada konsumen. Inflasi yang lebih tinggi dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi secara keseluruhan.</p><p>4. Beban bagi Pelaku Usaha: Pengusaha mungkin menghadapi peningkatan biaya operasional akibat kenaikan PPN. Hal ini dapat mempengaruhi margin keuntungan dan berpotensi mengurangi investasi serta ekspansi bisnis.</p><p>Perubahan tarif PPN dari 11% menjadi 12% menunjukkan peningkatan sebesar 1 poin persentase. Namun, jika dilihat dari persentase kenaikan relatif terhadap tarif sebelumnya, perhitungannya adalah sebagai berikut:</p><figure float="none" data-type="figure" class="img-center" style="max-width: null;"><img src="https://storage.googleapis.com/papyrus_images/1e58cfdb121bf4eb65b69bb03f95d7dcc206fd238d4302543a589c9ff19a1b5e.jpg" alt="" blurdataurl="data:image/gif;base64,R0lGODlhAQABAIAAAP///wAAACwAAAAAAQABAAACAkQBADs=" nextheight="600" nextwidth="800" class="image-node embed"><figcaption HTMLAttributes="[object Object]" class="hide-figcaption"></figcaption></figure><p>Dengan demikian, kenaikan tarif PPN dari 11% menjadi 12% sebenarnya merupakan peningkatan sekitar 9,09% dari tarif sebelumnya</p>]]></content:encoded>
            <author>hadoken@newsletter.paragraph.com (Hadoken)</author>
            <enclosure url="https://storage.googleapis.com/papyrus_images/8afddbf6336b595eb9530e221cbe31687442df42e2b37a794b8ac615a771416b.jpg" length="0" type="image/jpg"/>
        </item>
    </channel>
</rss>