<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
    <channel>
        <title>Arka Ismail</title>
        <link>https://paragraph.com/@xisma</link>
        <description>undefined</description>
        <lastBuildDate>Sat, 02 May 2026 06:31:12 GMT</lastBuildDate>
        <docs>https://validator.w3.org/feed/docs/rss2.html</docs>
        <generator>https://github.com/jpmonette/feed</generator>
        <language>en</language>
        <copyright>All rights reserved</copyright>
        <item>
            <title><![CDATA[Pecah Seribu]]></title>
            <link>https://paragraph.com/@xisma/pecah-seribu</link>
            <guid>V5kgL3hoRRH71CxUCLvb</guid>
            <pubDate>Sun, 17 Jul 2022 03:54:21 GMT</pubDate>
            <description><![CDATA[Ha-ah-ah-ah Hu-uh-uh-uh Bimbang ragu Sementara malam mulai datang Hasratku ingin bercermin tapi Cerminku pecah seribu, pecah seribu Ibarat bunga Aku takut banyak kumbang yang hinggap Aku tak mau Patah-patah, tangkaiku patah Aku tak mau Bimbang ragu Sementara malam mulai datang Hasratku ingin bercermin tapi Cerminku pecah seribu, pecah seribu ho-oh (La-la-la-la-la-la-la-la la-la-la-la-la-la-la-la) ho-oh Hanya dia (Dia, dia, dia, dia, dia, dia, dia, dia, hanya dia) Hanya dia yang ada di antara ...]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<p>Ha-ah-ah-ah Hu-uh-uh-uh</p><p>Bimbang ragu Sementara malam mulai datang Hasratku ingin bercermin tapi Cerminku pecah seribu, pecah seribu</p><p>Ibarat bunga Aku takut banyak kumbang yang hinggap Aku tak mau Patah-patah, tangkaiku patah Aku tak mau</p><p>Bimbang ragu Sementara malam mulai datang Hasratku ingin bercermin tapi Cerminku pecah seribu, pecah seribu</p><p>ho-oh (La-la-la-la-la-la-la-la la-la-la-la-la-la-la-la) ho-oh</p><p>Hanya dia (Dia, dia, dia, dia, dia, dia, dia, dia, hanya dia) Hanya dia yang ada di antara jantung hati Tempat bermanja, tempatnya rindu Tempat curahan hati yang damai</p><p>Entah apa Bagaikan kayu basah dimakan api Api curiga, api cemburu Api kerinduan yang membara</p><p>Oh angin, kabarkan Melati di depan rumahku menantimu (Ha-ah-ah-ah)</p><p>Bimbang ragu Sementara malam mulai datang Hasratku ingin bercermin tapi Cerminku pecah seribu, pecah seribu</p><p>Ibarat bunga Aku takut banyak kumbang yang hinggap Aku tak mau Patah-patah, tangkaiku patah Aku tak mau</p><p>Bimbang ragu Sementara malam mulai datang Hasratku ingin bercermin tapi Cerminku pecah seribu, pecah seribu</p><p>ho-oh (La-la-la-la-la-la-la-la la-la-la-la-la-la-la-la) ho-oh</p><p>Hanya dia (Dia, dia, dia, dia, dia, dia, dia, dia, hanya dia) Hanya dia yang ada di antara jantung hati Tempat bermanja, tempatnya rindu Tempat curahan hati yang damai</p><p>Entah apa Bagaikan kayu basah dimakan api Api curiga, api cemburu Api kerinduan yang membara</p><p>Oh angin, kabarkan Melati di depan rumahku menantimu (Ha-ah-ah-ah)</p><p>Bimbang ragu Sementara malam mulai datang Hasratku ingin bercermin tapi Cerminku pecah seribu, pecah seribu</p><p>Ha-ah-ah-ah Ha-ah-ah-ah</p><p>Duhai angin, kabarkanlah, melati menanti Duhai angin, kabarkanlah, melati menanti Duhai angin, kabarkanlah, melati menanti Duhai angin, kabarkanlah, melati menanti</p><p>Sumber: <a target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow ugc" class="dont-break-out" href="https://www.musixmatch.com/">Musixmatch</a></p><p>Penulis lagu: Toto Ario</p>]]></content:encoded>
            <author>xisma@newsletter.paragraph.com (Arka Ismail)</author>
        </item>
    </channel>
</rss>