Webmaster, artworker, penulis tinggal di Rembang dan Kota Lama Semarang
Kalashnikov, sewaktu berumur 84 tahun, pada 2006, menukar namanya dengan 30% saham suatu perusahaan payung. Kalashnikov pernah ditembak tentara Jerman di Perang Dunia II, ia tidak ingin lebih banyak orang mati, karena memakai senjata buruk. Kalashnikov akhirnya menciotakan AK-47. Fitur senjata ini sangat ampuh. Ketepatan tembak, tetap bisa menembak sekalipun senjata sudah masuk pasir ataupun air. Suara AK-17 bisa membuat orang keder. Kalau kita rajin melihat film, atau main game, terlihat sekali betapa desain AK-47 tampak keren. Fakta yang sebenarnya terjadi: AK-47 ini senjata pilihan para gangster dan gerilyawan. Sampai 2006, Sudah 100 juta AK-47, kata kantor berita BBC, diproduksi di seluruh dunia. Lebih banyak orang mati karena senjata ini dibandingkan dengan jumlah korban bom atom di Hiroshima pada Perang Dunia II. Penciptanya tidak pernah membayangkan itu. Kalashnikov mengatakan, ia berharap menemukan mesin pemotong rumput saja. AK-47 berhasil menjadi "brand" hebat, karena bukan produk kaleng-kaleng. Fitur sebagai senjata, yang digemari orang, ia punya. Melintasi batas negara dan batas kepentingan. "Terkenal" tidak sama dengan "brand" (merk). Ketika kamu mau membuat produk, bayangkan ia akan seperti apa, di masa depan. Ingat ini ketika kamu bermedia sosial.
Kalashnikov, sewaktu berumur 84 tahun, pada 2006, menukar namanya dengan 30% saham suatu perusahaan payung. Kalashnikov pernah ditembak tentara Jerman di Perang Dunia II, ia tidak ingin lebih banyak orang mati, karena memakai senjata buruk. Kalashnikov akhirnya menciotakan AK-47. Fitur senjata ini sangat ampuh. Ketepatan tembak, tetap bisa menembak sekalipun senjata sudah masuk pasir ataupun air. Suara AK-17 bisa membuat orang keder. Kalau kita rajin melihat film, atau main game, terlihat sekali betapa desain AK-47 tampak keren. Fakta yang sebenarnya terjadi: AK-47 ini senjata pilihan para gangster dan gerilyawan. Sampai 2006, Sudah 100 juta AK-47, kata kantor berita BBC, diproduksi di seluruh dunia. Lebih banyak orang mati karena senjata ini dibandingkan dengan jumlah korban bom atom di Hiroshima pada Perang Dunia II. Penciptanya tidak pernah membayangkan itu. Kalashnikov mengatakan, ia berharap menemukan mesin pemotong rumput saja. AK-47 berhasil menjadi "brand" hebat, karena bukan produk kaleng-kaleng. Fitur sebagai senjata, yang digemari orang, ia punya. Melintasi batas negara dan batas kepentingan. "Terkenal" tidak sama dengan "brand" (merk). Ketika kamu mau membuat produk, bayangkan ia akan seperti apa, di masa depan. Ingat ini ketika kamu bermedia sosial.
Share Dialog
Share Dialog
Webmaster, artworker, penulis tinggal di Rembang dan Kota Lama Semarang

Subscribe to Day Milovich

Subscribe to Day Milovich
<100 subscribers
<100 subscribers
No activity yet