Alkisah, Musa sang bayi yang digariskan akan meruntuhkan despot telah tiba dipelukan Firaun; menyusup sebagai sang anak. Asiyah mengangkat kerandanya yang hanyut bersama Nil, tepat membawa Musa ke hadapan musuhnya. Segala penolakan tak berarti bagi waktu, lambat laun kerasnya hati Firaun luruh berterima dengan keberadaan Musa; menerimanya sebagai anak. Meski luluh, Firaun yang dihantui ramalan atas ujung kerajaannya terus memupuk resah. Kehadiran Musa adalah tanda tanya besar bagi hidupnya. A...