Crypto Degen!
Share Dialog
Share Dialog
Crypto Degen!
Mindset
Oleh : Roni Budianto
Percaya ga sih kalau kemiskinan itu diturunkan dan salah satu faktor keturunan? Apakah benar kalo kita lahir di keluarga miskin otomatis kita jadi miskin dan merantai ke keturunan kita? Well, bisa bener, bisa juga engga.
Sekarang kita studi case, bayangin lu dapet uang kaget sebanyak 100 Juta Rupiah dan lu bebas mau pakai uang itu buat apapun. Mau dipake buat apa uang itu? Coba pikirin dulu selama 1 menit, baru setelah itu lanjutin bacanya.
Pikirin dulu cuk, baru lanjut lagi.
Udah? Oke lanjut. Mungkin ada beberapa yang baca ini mau pake uangnya buat beli motor, beli laptop, beli HP new, beli apapun yang kelihatannya menaikan status sosial atau gaya hidupnya serta memuaskan keinginannya. Ini ga salah dan gaada yang salah, tapi gua akan mengambil pandangan dari Robert Kiyosaki dalam bukunya yang berjudul Rich Dad Poor Dad (Ayah kaya dan Ayah Misqueen). Menurut beliau, yang terbaik adalah bukan menjadi kaya, tetapi gimana caranya mempertahankan kekayaan itu.
Bingung? Tenang, gua jelasin. Maksudnya ketika kalian membeli barang – barang yang kalian inginkan dengan uang tadi, kekayaan kalian yang tadinya berjumlah 100 jt akan berkurang, sedangkan barang yang kalian beli, apabila dibeli hanya untuk memuaskan keinginan, tidak akan menghasilkan kekayaan, dan apabila terus berlanjut uang tadi akan habis, dan kalian akan kembali ke titik awal, kehidupan kalian yang biasanya (mas – mas biasa aja yang gapunya uang 100jt).
Sekarang kita ke contoh yang lebih ril, anggep aja ada orang namanya budi, dia kerja di PT Mencari Cinta Sejati dengan gaji bulanan senilai 5 Juta Rupiah. Gajinya itu dia alokasikan untuk hidup sebulan (Makan, ngopi, rokok) 1.5 juta, Bayar tagihan (listrik, bpjs, cicilan laptop, cicilan motor) 2 juta dan 1 juta buat beli barang – barang keinginannya, skin mobel lejen, jajan atau buat hiling, dan sisanya 500 rb dia tabung.
Dengan pola keuangan bulanan yang seperti itu, pertanyaannya adalah, Kapan budi kaya? Silakan dikalkulasikan sendiri kapan kayanya >.< . pola arus kas diatas itu, bisa kita sebut dengan lingkaran setan, kenapa? Karena setiap sebuah barang yang dibelinya lunas, dia akan membeli barang lainnya dengan siklus dan cara yang sama. Setelah bekerja selama 2 tahun budi memiliki banyak banda yang telah ia beli, dia terlihat kaya, tapi nyatanya kekayaannya itu bersifat semu dan budi sangat ketergantungan dengan gaji bulanannya. Budi hanya mencoba terlihat kaya, tapi tidak menjadi kaya.
Dengan cerita diatas, sampai kapan budi mau ketergantungan dengan gaji bulanan? Mungkin sekarang budi masih sehat, masih muda, masih bisa bekerja dengan baik. Tapi sampai kapan? Apabila budi mengalami kondisi tidak bisa bekerja lagi, apakah tabungannya senilai 500rb selama 2 tahun dapat menghidupinya? Tentu saja tidak ferguso, hehehe.
Terus musti gimana bang? Kalem lurd, itu sebabnya kita perlu ubah mindset. Cobalah berpikir seperti orang kaya, gimana dengan resource dan aset yang kalian miliki, kalian bisa menambah kekayaan kalian, menambah aset kalian. Kurangi membeli sesuatu yang setelah dibeli itu tidak menghasilkan apa – apa, tapi belilah sesuatu yang setelah dibeli bisa menghasilkan aset tambahan, menambah kekayaan yang lu miliki. Belajar investasi, belajar bangun usaha, belajar skill baru, investasi ke diri sendiri, cari sesuatu yang bisa membuat uanglu itu bekerja untuklu atau ngebantuinlu nyari uang tambahan.
Bang gua gabisa investasi, ga ngerti.
Belajar makanya cuk!
Mon maap nih, apabila lu merasa lahir di keluarga yang mungkin gak seberuntung orang lain, ubah mindset lu, ubah pola keuanganlu, ubah alokasi pendapatanlu. Mungkin ini gak se-efektif dan semudah keliatannya, tapi apabila effort yang lu lakuin berhasil. Lu mungkin bisa memutus rantai kemiskinan dari keturunan yang gua sebutin diawal tadi. Tetap berusaha dan tawakal mamen.
Sekian tulisan singkat dari gua, kurang lebihnya mohon maaf, terimakasih dan semoga bermanfaat
Mindset
Oleh : Roni Budianto
Percaya ga sih kalau kemiskinan itu diturunkan dan salah satu faktor keturunan? Apakah benar kalo kita lahir di keluarga miskin otomatis kita jadi miskin dan merantai ke keturunan kita? Well, bisa bener, bisa juga engga.
Sekarang kita studi case, bayangin lu dapet uang kaget sebanyak 100 Juta Rupiah dan lu bebas mau pakai uang itu buat apapun. Mau dipake buat apa uang itu? Coba pikirin dulu selama 1 menit, baru setelah itu lanjutin bacanya.
Pikirin dulu cuk, baru lanjut lagi.
Udah? Oke lanjut. Mungkin ada beberapa yang baca ini mau pake uangnya buat beli motor, beli laptop, beli HP new, beli apapun yang kelihatannya menaikan status sosial atau gaya hidupnya serta memuaskan keinginannya. Ini ga salah dan gaada yang salah, tapi gua akan mengambil pandangan dari Robert Kiyosaki dalam bukunya yang berjudul Rich Dad Poor Dad (Ayah kaya dan Ayah Misqueen). Menurut beliau, yang terbaik adalah bukan menjadi kaya, tetapi gimana caranya mempertahankan kekayaan itu.
Bingung? Tenang, gua jelasin. Maksudnya ketika kalian membeli barang – barang yang kalian inginkan dengan uang tadi, kekayaan kalian yang tadinya berjumlah 100 jt akan berkurang, sedangkan barang yang kalian beli, apabila dibeli hanya untuk memuaskan keinginan, tidak akan menghasilkan kekayaan, dan apabila terus berlanjut uang tadi akan habis, dan kalian akan kembali ke titik awal, kehidupan kalian yang biasanya (mas – mas biasa aja yang gapunya uang 100jt).
Sekarang kita ke contoh yang lebih ril, anggep aja ada orang namanya budi, dia kerja di PT Mencari Cinta Sejati dengan gaji bulanan senilai 5 Juta Rupiah. Gajinya itu dia alokasikan untuk hidup sebulan (Makan, ngopi, rokok) 1.5 juta, Bayar tagihan (listrik, bpjs, cicilan laptop, cicilan motor) 2 juta dan 1 juta buat beli barang – barang keinginannya, skin mobel lejen, jajan atau buat hiling, dan sisanya 500 rb dia tabung.
Dengan pola keuangan bulanan yang seperti itu, pertanyaannya adalah, Kapan budi kaya? Silakan dikalkulasikan sendiri kapan kayanya >.< . pola arus kas diatas itu, bisa kita sebut dengan lingkaran setan, kenapa? Karena setiap sebuah barang yang dibelinya lunas, dia akan membeli barang lainnya dengan siklus dan cara yang sama. Setelah bekerja selama 2 tahun budi memiliki banyak banda yang telah ia beli, dia terlihat kaya, tapi nyatanya kekayaannya itu bersifat semu dan budi sangat ketergantungan dengan gaji bulanannya. Budi hanya mencoba terlihat kaya, tapi tidak menjadi kaya.
Dengan cerita diatas, sampai kapan budi mau ketergantungan dengan gaji bulanan? Mungkin sekarang budi masih sehat, masih muda, masih bisa bekerja dengan baik. Tapi sampai kapan? Apabila budi mengalami kondisi tidak bisa bekerja lagi, apakah tabungannya senilai 500rb selama 2 tahun dapat menghidupinya? Tentu saja tidak ferguso, hehehe.
Terus musti gimana bang? Kalem lurd, itu sebabnya kita perlu ubah mindset. Cobalah berpikir seperti orang kaya, gimana dengan resource dan aset yang kalian miliki, kalian bisa menambah kekayaan kalian, menambah aset kalian. Kurangi membeli sesuatu yang setelah dibeli itu tidak menghasilkan apa – apa, tapi belilah sesuatu yang setelah dibeli bisa menghasilkan aset tambahan, menambah kekayaan yang lu miliki. Belajar investasi, belajar bangun usaha, belajar skill baru, investasi ke diri sendiri, cari sesuatu yang bisa membuat uanglu itu bekerja untuklu atau ngebantuinlu nyari uang tambahan.
Bang gua gabisa investasi, ga ngerti.
Belajar makanya cuk!
Mon maap nih, apabila lu merasa lahir di keluarga yang mungkin gak seberuntung orang lain, ubah mindset lu, ubah pola keuanganlu, ubah alokasi pendapatanlu. Mungkin ini gak se-efektif dan semudah keliatannya, tapi apabila effort yang lu lakuin berhasil. Lu mungkin bisa memutus rantai kemiskinan dari keturunan yang gua sebutin diawal tadi. Tetap berusaha dan tawakal mamen.
Sekian tulisan singkat dari gua, kurang lebihnya mohon maaf, terimakasih dan semoga bermanfaat

Subscribe to MzBudi

Subscribe to MzBudi
<100 subscribers
<100 subscribers
No activity yet